Follow me @aprianavina

Minggu, 08 Januari 2012

Menjadi dewasa itu (bukan) suatu pilihan

Gw sering mendapati tulisan

MENJADI TUA ITU PASTI, MENJADI DEWASA ITU PILIHAN

sekilas bener banget sih, tapi untuk saat ini kynya ga tepat.. karna yang gw dapati adalah DEWASA ITU MEMANG PILIHAN, TAPI PILIHAN YANG TAK TERELAKKAN...

Lulus sarjana memang suatu fase hidup yang kadang merubah orang sangat drastis. Sebagian dari mereka menjelma menjadi orang yang dewasa dengan segala program hidup baru mereka yang lebih serius seperti pengaturan jadwal tidur dan bangun tiap harnya (mungkin ini biasa, tapi lain cerita ketika temen gw yang cowo yang asli jago begadang n ga pernah tidur malem n ga pernah bangun pagi).. Serius bekerja, dan shalat ga perah dibolongin, ngerencanain prnikahan dg pacar, dll...

Namun sebagian lagi orang ga. Butuh waktu yang lama untuk mereka dewasa..

Sedangkan gw? Gw ga masuk dalam keduanya.
Bukan karna proses pendewasaan gw yg lama, tapi emang gw blom mau dewasa... Menurut gw, itu adalah pilihan gw. Alasannya,, blom mau serius... Masih ingin seneng2.. Masih belum pengen terikat dengan label 'dewasa' dan segala macam konsensus yang membatasinya...
Caranya? Dengan memang menujukkan ketidakdewasaan gw.. Masih suka ngambekan ke mamah papah, berebut sm ade, alay2an bareng temen, jd super cerewet n narsis, banyak deh..

sampai akhirnya gw sadar,,, bahwa gw memang sudah harus dewasa...
harus mulai memikirkan untuk tidak hanya menikmati karya orang, tetapi juga berkarya,,
tidak hanya menuntut kasih sayang sekitar, akan tetapi juga memberinya..
tidak hanya disapa, tetapi menyapa..
tidak haya dipersiapkan, tapi juga mempersiapkan..
tidak hanya dijaga, tetapi juga menjaga..
tidak hanya dirapikan, tetapi juga merapikan..
tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sekitar...

seiring waktu gw liat temen2 sekitar gw seolah lg berlari megejar kedewasaan itu.. lalu mengapa gw masih diam di tempat?
sampai akhirnya gw sadar bahwa semua kesengajaan untuk belum menjadi dewasa itu hanya lahir dari ketakutan2 yang tidak beralasan..

takut terkesan serius
takut terkesan tua
takut ga bisa dimaklumi lagi untuk kembali lagi menjadi kekanak2an..

namun ditakutin ato ga, dicegah ato ga, emang dunia sekitar udah pelit maklum pada alumni2 kuliah seperti gw ini..
kali ini mereka memang betul2 melihat pembawaan gw terhadap mereka...
mulai saat ini mereka menilai kita bukan lagi dari latar belakan siapa keuarga, sekolah atau apa lah.. tapi murni dari diri kita sendiri membawa diri di lingkungan kita..
pencitraan diri menjadi sangat ketat, sehingga dewasa menjadi sesuatu yag mutlak..

dewasa memang suatu pilihan,, tapi pilihan yang tak terelakkan
bahkan bukan pilihan lagi namanya


dan gw akan memulainya... dengan mengikhlaskan kekanak2an itu pergi perlahan..karna hampir smua d sekitar bahkan di dalam diri kita akan berubah.. termasuk parameter kebahagiaan dan kesenanngan seiring melajunya fase hidup..

akan datang suatu masa dimana seharian mendekor ulang rumah akan lebih menyenangkan dibanding hunting kuliner bersama temen2..
akan datang masa dimana tidur cukup lebih bermakna dibandingkan menonton film box office tengah malam,,
akan datang dimana berkumpul dengan keluarga akan lebih dipilih dibandingkan kumpul bercanda dengan temen2..

dan gw akan mencoba menyambutnya, ketika datang. Kedewasaan. Keseriusan.






7 komentar:

  1. Mantaaaffff...


    Kayaknya tiap orang pasti punya sisi kekanak2annya deh.
    Asal tahu kapan harus dewasa dan kapan kita bisa bersifat kekanak2an.

    BalasHapus
  2. yahhh knapa dbaca mi??? malu kan gw jadinya.. hhha :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya masak blog gw doang yang dibaca. Boleh dong blog lo juga gw baca.......

      Hahahaha

      Hapus
  3. jadi malu gw..
    kalo gw komen2 d blog lw isinya hina dina,, giliran lw komen d blog gw isinya pupujian.. hhhhahahah
    #ngeselin yah gw?# ;p

    BalasHapus
  4. kerennn blognyaa....

    "Kedewasaan" ya...ehmmm emank sih kedewasaan adalah pilihan yang tak dapat terelakkan..namun tiap orang mempunyai arti tersendiri tentang apa itu kedewasaan...contohnya bagiku kedewasaan adalah dimana seseorang menyadari bahwa dia dapat merubah segala sesuatu didalam dirinya yang tidak baik menjadi hal yang baik....hal tak pantas menjadi pantas..

    gud luck 4 d blog..

    BalasHapus
  5. Mantap. Setuju dengan apa yang mbak katakan di atas. :)

    BalasHapus