Follow me @aprianavina

Rabu, 01 Juni 2016

surat cinta seusai senja

Juni 01, 2016 0 Comments
Surat cinta untuk pangeran

Kamis, 11 Februari 2016

Dear pangeran,

bagaimana kabarmu disana?
seusai senja ini, kau pasti sedang bersantai di kamar mungilmu
atau  malah menghabiskannya di depan monitor kerjamu?
jaga kesehatanmu pangeran, paling tidak, untukku

senja kali ini berbeda pangeran,
entah karena mendung yang menemani sejak fajar bertandang
atau karena keletihanku menghadapi lembur hari ini
entahlah
yang kutahu
hatiku biru

hanya fotomu, yang kupandangi sebagai obat biru ini
kubiarkan jarak menghadang di antara kita
agar kita tahu, betapa berharganya arti kedekatan
dan agar kita paham, bagaimana artinya rindu

telah terbiasa, semangkuk sup kuning yang menemani usai senjaku
dan kau pun terbiasa menggantikanku dengan sepiring nasi panas mengepul
maafkan aku pangeran, sayapku belum sempurna untuk menemuimu
saat ini, biarkan santapan-santapan itu yang menghangatkan kita

dalam usai senja kali ini
hanya kutitipkan doa, semoga kau bersabar disana
di lembaran penantian kita
yang entah kapan akan menemui halaman terakhirnya

usai senja kali ini
aku terkalahkan oleh sang rindu



Senin, 6 Juni 2016

Dear pangeran

malam ini kita memasuki bulan suci yang telah dinanti
sudah siapkah, kau pangeran
meninggalkan rutinitas di depan monitor hp dan pc mu
untuk menatap sang kitab dan sang kiblat yang satu



aku tahu darahmu sedang membara


memikirkan rencana2 kerja dan bisnismu

memanfaatkan segala kemampuan dan aset yg kau punya

tapi, jagalah kesehatanmu



di setiap peluh yg jatuh di keningmu


semoga itu bernilai ibadah bagi keluargamu

di setiap waktu yg habis dalam keletihanmu

semoga ada kebaikan bagimu dan sekelilingmu

pangeran
waktuku tidak akan lama
jikalau kuda yg membawamu tak tepat waktu
semoga kaudapati seorang lain yang memanjat doa untukmu



Selasa, 18 Oktober 2016

Dear Pangeran

hari ini adalah hari yg sangat padat
banyak sekali deadline dari ratusan lembaran2 itu
b
agaimana dengan harimu?
semoga kau tetap mempesona seperti biasanya



langit menangis lagi sore ini


disertai deham batuk yang sangat keras

letih berselimut pakaian basah dan angin kencang

lalu gontai menyusuri jalanan yang kehilangan cahaya



suaramu adalah satu yang aku tuju


tapi aku tak akan gegabah meraihnya

kubiarkan keinginan itu bersemayam disana

agar rasa ini belum menemui puncak obatnya

jaga kesehatanmu




Sabtu, 4 Maret 2017

Dear pangeran

Bagaimana kabarmu disana?
Semoga kesehatan tetap menyelimutimu

Akhir pekan kemarin aku habiskan dengan mengunjungi kerabat di luar kota
Sepasang dari mereka yang belum dikaruniai putra, mengajakku ikut serta
Mengisi quality time mereka di minggu siang

Kau tahu apa yang mereka lakukan pangeran?
Sang istri membeli ikan hias dan tanaman air mungil
Sementara sang suami meninggalkan kami untuk mencukur rambutnya
Agenda yang sangat sederhana




Tapi, bukankah itu indah pangeran?


Meluangkan waktu sejenak untuk melakukan hal sederhana
Menikmati siang bersama

Mungkin itulah arti pasangan, pangeran


Mungkin kau selalu mendambakan seseorang yang handal dalam pekerjaan

Dengan prestasi yang menggunung dan wawasan seluas samudra

Mungkin kau mendambakan ia yang mampu menandingi kepiawaianmu dan cara pikirmu

Tapi, akan ada masa 
Dimana sepasang kekasih akan menghabiskan waktu secara sederhana

Life is not always a marathon arena
Sometime it is simply a jogging track

Suatu hari, saat kita bersama di suatu akhir pekan


Aku akan menolak semua permintaanmu untuk membahas hal hal yang berat

Berdiskusi dengan orang orang ahli

Dan membuat rencana langkah masa depan yang rumit

Aku hanya ingin menikmati seduhan es teh tawar


Dan manisnya wajahmu di depanku
Sejenak saja pangeran




Rabu, 23 Agustus 2017

Dear pangeran

I am sorry
It perhaps the last time, i write you a letter
I get used to do struggling in every challenge in front of me
I always fight till my last drop of energy
I am the one who still believe in possibility in what common says impossible
But then you tell me to
.
.
.
Give up
Its better for me to feel dissapointed of a lossing
Better to run out of power and feel so exhausted of my effort
Than
.
.
.
Giving up
You want me to just sit quietly and wait
You want me to be that patient

But
You know its not about patience
What you mean is about a stop for further steps
And thats something i did not get used to
But thats ok, pangeran

These 5 episodes of love would go as what you wish for
Please take a good care of your health




Surat cinta untuk putri

Kamis, 7 Januari 2016

Dear putri

teruntuk si pemilik senyum ceria disana
izinkan aku memanggilmu putri
pagi ini aku mencoba membuka jalan kita untuk bertegur sapa

namun kau tak membalasnya
hingga hari tibalah di atas kepala
dan kemudian berangsur turun menemui senja

patah hatiku putri


pucuk yang baru akan tumbuh


harus layu dan lesu di hari pertamanya



namun, aku tak akan pernah lupa detik itu


ketika tiba2 kau dengan lincahnya menyapaku dengan tulisanmu

tanpa kutatap raut wajahmu

aku dapat melihat indahnya senyummu

perasaan apakah ini putri?

sihir apa yang kau kirimkan
hingga hatiku berhenti berdegup sesaat
hanya dengan menjawab
pertanyaan2 kecilmu

putri, menjelang senja sore ini
aku memilihmu



Jumat, 10 Juni 2016

My dear putri

selamat memasuki bulan yang dinanti dari 11 bulan lainnya
bulan kau dapat mensucikan hati
dan mengindahkan diri
apa kabarmu di sana?

izinkan jarak yang kubuat ini, menjaga pikiranmu dariku
kau sangat manis dengan semua keceriaanmu
terlebih karena kutahu hatimu mulai menyebut namaku



namun, aku sudah melewati semua fase itu, putri


fase dimana waktu bergulir hanya dengan angan2 indahnya cinta

fase dimana tindakan bodoh dimaklumi atas nama cinta

kau tertinggal jauh di belakangku, putri



mungkin kita dapat salahkan usia


perbedaan membuat momen berharga tidak tepat datangnya


ketika kau hanya termenung memandangi fotoku


dan menunggu kabar dariku

pikiranku sudah jauh meninggalkanmu

sabarlah putri
kau pasti bisa melewatinya

putri, apakah kau tahu
apa yang selalu ada di benakku?
bukan kau, 
bukan pula bunga lainnya



kepalaku memikirkan banyak sekali hal


tentang pekerjaanku, ambisiku, pencapaianku

hingga eksistensiku sebagai manusia dewasa pada lingkunganku





apakah kau bisa ikut denganku putri?



Minggu, 25 Juni 2017

Putri sayangku


its been a while i didn’t write you a letter

ini adalah waktu yang tepat
untuk datang padamu
seperti yang telah kurencanakan belasan bulan sebelumnya

tapi jalan hidup berkata lain putri
aku belum bisa datang
bahkan mungkin tidak akan pernah datang
dan kupastikan ini adalah surat terakhirku

detil ornamen dan bau cat rumah sakit ini telah terekam baik di kepalaku
puluhan malam telah aku habiskan memikirkanmu
ditemani obat, infus, dan alat-alat menyakitkan ini
berharap sinar mentari masih dapat kulihat keesokan harinya

mereka bilang aku pasti bisa
tapi aku tahu tak lama lagi adalah saatnya
izinkan aku membiarkanmu menunggu hingga akhirnya menyerah
kabar dariku hanya akan membuncahkan tangis di pipimu

seribu surat tidak akan mampu menggambarkan kekagumanku padamu putri
biarlah surat-surat ini kusimpan sendiri karena aku begitu malu
pemuja beratmu ini begitu lemah menghalau maut
bahagialah selalu putri, agar aku pun bahagia





-APRIANA VINASYIAM-